Tau Gak Sih ??

Ternyata ada Aulia Allah yang Shalat Diatas Air !!!

Siapa yang tak mengenali Uwais Al-Qarni? Salah satu aulia Allah yang kita sangat familiar dengan kisah baktinya pada ibunya. Ya, Uwais Al-Qarni رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ merupakan seorang pemuda yang tidak terkenal, miskin, dan memiliki penyakit kulit yang hidup di pinggiran Yaman. Tak ada orang yang mengenalnya di zaman itu, bahkan namanya pun tak pernah dikenal. Namun ia merupakan pemuda yang  pernah disebut oleh Rasulullah SAW sebagai pemuda yang sangat dicintai oleh Allah dan terkenal di langit. Meski belum pernah berjumpa dengan Nabi, Rasulullah seperti sudah mengenal betul pemuda miskin itu. Ia memuji Uwais dengan mengatakan kepada para Sahabat yang lain,
~
Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya. Dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi,” (HR. Ahmad).
~
Disebutkan bahwa Uwais adalah tabi’in yang paling utama berdasarkan nash dalam riwayat lainnya, dari ‘Umar bin Al Khattab رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, Rasulullah ﷺ bersabda,
~
إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْ
~
Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama. Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih). Perintahkanlah padanya untuk meminta ampun untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2542).
~

Dalam riwayat lain yakni Hadits Riwayat Ahmad nomor 15377:

Telah menceritakan kepada kami Abu Nua’im berkata; telah menceritakan kepada kami Syarik dari Yazid bin Abu Ziyad dari Abdurrahman bin Abu Laila berkata; ada seorang laki-laki dari penduduk Syam berseru pada Perang Shiffin, Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais Al Qarni? Mereka berkata “benar” (Abdurrahman bin Abu Laila RA) berkata bahwa saya mendengar Rasulullah Saw, di antara para tabiin yang terbaik dialah Uwais Al Qarni.

Penasaran dengan kisahnya?

⇓⇓ ♥ Check it out !! ♥ ⇓⇓


Di suatu riwayat disebutkan, ada sebuah kapal yang penuh dengan muatan dan dengan 200 orang penumpang termasuk para pedagang yang datang dari sebuah pelabuhan di Mesir. Ketika kapal itu berada di tengah lautan maka tiba-tiba petir menyambar bersama ombak yang kuat dan besar membuat kapal itu terombang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dilakukan untuk menghindari pukulan ombak ribut tersebut, namun semua usaha mereka sia-sia belaka. Semua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.
Dari antara penumpang kapal tersebut terdapat seorang laki-laki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berdzikir kepada Allah ﷻ. Kemudian laki-laki itu turun dari kapal yang sedang terombang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan shalat di atas air.
Melihat laki-laki yang berjalan di atas air tersebut maka beberapa orang peniaga yang bersama-sama dalam kapal itu berkata,
Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!”, namun laki-laki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya.
Para peniaga itu memanggil lagi,
Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!”.
Pada kali yang kedua ini laki-laki itu menoleh ke arah orang-orang yang memanggilnya dengan berkata,
Ada apa wahai tuan-tuan?”, Seolah-olah laki-laki itu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
Beberapa peniaga itu berkata,
Wahai wali Allah, tidakkah tuan menganggap masalah besar tentang kapal yang hampir tenggelam ini?
Wali Allah itu berkata,
Dekatkan dirimu kepada Allah ﷻ.”
Para penumpang itu berkata,
Wahai wali Allah apa yang harus kami lakukan?”
Wali Allah itu berkata,
Tinggalkan semua harta kalian niscaya jiwa kalian akan selamat.
Para penumpang berkata,
Wahai wali Allah, kami siap meninggalkan semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat.
Wali Allah itu berkata lagi,
Turunlah kalian semua ke atas air dengan membaca Bismillah.
Maka sambil membaca Bismillah satu persatu mereka turun ke atas air dan berjalan menghampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berdzikir. Tidak berapa lama kemudian maka kapal yang menanggung muatan seharga ratusan juta itu pun tenggelam ke dasar laut. Dengan demikian maka habislah semua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut.
Semua penumpang jadi bingung dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, lalu mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu. Salah seorang dari para peniaga itu bertanya kepada wali Allah,
Wahai wali Allah siapakah sesungguhnya tuan ini?”
Wali Allah itu menjawab,
Saya adalah UWAIS AL-QARNI.”
Peniaga itu berkata lagi,
Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta yang dikirim oleh seorang jutawan Mesir untuk fakir-miskin Madinah.”
Wali Allah berkata,
Sekiranya Allah mengembalikan semua harta kalian, adakah kalian betul-betul akan membagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?”
Peniaga itu berkata,
Betul tuan, kami tidak akan menipu wahai wali Allah.”
Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka beliau mengerjakan shalat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah ﷻ agar kapal itu ditimbulkan kembali sekalian dengan harta-harta dan segala muatan yang ada didalamnya. Tidak berapa lama kemudian kapal itu terangkat sedikit demi sedikit sehingga terapung kembali di atas air. Semua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti semula tiada yang kurang suatu apapun. Setelah itu maka semua penumpang kembali naik ke atas kapal dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Ketika sampai di Madinah maka peniaga yang telah berjanji dengan wali Allah itu tadi terus menunaikan janjinya dengan membagi-bagikan harta kepada fakir miskin Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal.

SubhanAllah, gimana? Heran gak nih, temen-temen PAI? kenapasi spesial banget sih si Uwais ini. Wkwk. Selain rasa hormat dan bakti pada ibunya, ternyata Uwais diberikan Allah karomah berupa sholat di atas air yang sangat mustahil bagi orang awam untuk melakukannya. Bisa kita lihat dari kisah ini secara tegas menunjukkan bahwa betapa agungnya kuasa Allah dan betapa mulianya para manusia yang dekat dengan Allah dan menjalankan segala syariat-Nya. Berkaca pada Uwais, ga apa kita ga famous di dunia guys, yang terpenting penduduk langit ga asing dengan kita :’). Semoga. Aamiin, Ehe. ♥

Source  : Kitab Tanbihul Ghafilin yang dikarang oleh Abu al-Layts al-Samarqandi (wafat pada tahun 373H atau 983 M, seorang ahli hukum madzhab Hanafi) dan Qur’an.laduni.id.

Penulis : Anggi NP.

Editor   : Admin Ve

Yuk stay tune untuk informasi menarik lainnya ..
———————————————
⬇️ Kepoin + Support Kami di sini ⬇️
IG : @hmppaiftk_uinsa
FB : hmppaiftkuinsa
Web : hmppaiftkuinsa.or.id
Yt : HMP PAI UINSA OFFICIAL
———————————————

🌸 Salam PAI 🌸
Intelektualis. Agamis. Humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *