Tau Gak Sih ??

Nabi Pernah Kena Sihir !

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwasanya baginda Nabi memang معصوم (terbebas dari dosa sebab dipelihara atau dijaga langsung oleh Allah SWT), namun bukan berarti beliau terbebas dari berbagai macam penyakit dan berbagai faktor manusiawi lainnya. Hal itu sesuai dengan ilmu Tauhid yang menjelaskan mengenai salah satu sifat jaiz bagi Nabi dan Rasul adalah, memiliki sifat-sifat yang lazim terjadi dan dilakukan oleh manusia biasa, seperti makan, tidur, sakit, dan lain-lain.

Dalam jurnal Al-Ibrah Vol. 1 No. 2 Desember 2016 berjudul  “Fenomena Tersihirnya Nabi Muhammad SAW. Dalam Koleksi Riwayat Ibn Majah” (Klik untuk download Jurnal) yang ditulis oleh M. Amiril Mukminin disebutkan bahwa salah satu hadist riwayat Ibn Majah, yakni

حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة. حدثنا عبدالله بن نمير عن هشام، عن أبيه، عن عائشة قالت: سحر النبي صلی الله عليه وسلم، يهودي من يهود بني زريق، يقال له لبيد بن الأعصام. حتى كان النبي صلى الله عليه وسلم يخيل إليه أنه يفعل الشيء ولا يفعله. قالت: حتى إذا كان ذات يوم، أو كان ذات ليلة، دعا رسول الله صلى الله عليه وسلم، ثم دعا، ثم دعا، ثم قال: يا عائشة! أشعرت أن الله قد أفتاني فيما استفتيته فيه؟ جاءني رجلان. فجلس أحدهما عند رأسي، والآخر عند رجلي. فقال الذي عند رأسي للذي عند رجلي أو الذي عند رجلي للذي عند رأسي: ما وجع الرجل؟ قال: مطبوب. قال : مطبوب. قال: من طبه؟ قال : لبيد بن الأعصام. قال: في أي شيء؟ قال: في مشط ومشاطة، وجف طلعة ذكر. قال: وأين هو؟ قال: في بئر ذي أروان قالت: فأتاها النبي صلى الله عليه وسلم، في أناس من أصحابه. ثم جاء فقال: والله! یا عائشة! لكأن ماءها نقاعة الحناء. ولكأن نخلها رؤوس الشياطين، قالت: قلت: يا رسول الله! أفلا أحرقته؟ قال: لا. أما أنا فقد عافاني الله، وكرهت أن أثير على الناس منه شرا فأمر بها فدفنت.

Artinya: “Bercerita kepada kami Abu Bakr ibn Abi Shaibah, bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Numair, dari Hisham, dari Ayah Hisham, dari ‘Aishah, berkata: Nabi Muhammad saw. pernah disihir oleh seorang lelaki Yahudi dari Bani Zuraiq, yang bernama Labid bin al-A’sam. Sihir tersebut sampai-sampai membuat Nabi berhayal-hayal seakan-akan melakukan sesuatu padahal sebenarnya tidak. Sehingga pada suatu hari –atau suatu malam- dia hanya berdoa dan berdoa, kemudian bersabda: wahai ‘Aishah! Aku merasa bahwa Allah telah memberiku fatwa, sebagaimana fatwa yang aku minta? Kemudian aku didatangi oleh dua orang lelaki, yang satu berada di dekat kepalaku, sedang yang lain berada dekat kakiku. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada rekannya: apa penyakit orang ini?, rekannya menjawab: terkena sihir, seseorang tersebut bertanya lagi: siapa yang menyihirnya?, jawab rekannya kembali: yaitu Labid bin al-A’sam, seseorang tersebut bertanya lagi: dengan apa ia menyihir?, rekannya menjawab lagi: dengan rambut dan jenggot (yang telah jatuh) yang diletakkan pada tutup tangkai bulir jantan kurma, seseorang tersebut bertanya lagi: di mana letaknya? Jawab rekannya: di sumur Arwan. Kemudian Nabi mendatangi tempat tersebut bersama beberapa sahabatnya, setelah melihatnya, Nabi berkata: demi Allah, wahai ‘Aishah! Seakan-akan airnya tampak merah, dan pangkal-pangkal tangkai kurmanya seperti kepala setan. Kemudian saya (‘Aishah) berkata: wahai Rasulullah!, tidakkah engkau mengeluarkannya?, Nabi menjawab: tidak, Allah telah menyembuhkanku, tetapi aku khawatir (sihir) itu akan menimbulkan keburukan pada orang lain. Lalu Nabi menyuruh untuk memusnahkannya, maka sihir tersebut dikubur.”

Status Hadis:

Kolaborasi informasi melalui para perawi lain (Imam Bukhari, Muslim dan Imam Ahmad) menjadikan hadis riwayat Ibn Majah tidak dapat diragukan lagi validitasnya, Sedangkan adanya kejanggalan dan cacat sangatlah kecil kemungkinannya. Hal ini yang dijadikan alasan bahwa Hadis tentang tersihirnya Nabi saw. adalah shahih sanad-nya. Walaupun ada beberapa ulama yang menentang karena

Mengenai Matan (Redaksi/Isi) Hadis:

Telah dijelaskan bahwasanya Nabi Muhammad SAW pernah disihir oleh Labid Al-Asham, seorang sekutu Yahudi dari Bani Zuraiq. Labid menyihir Rasulullah dengan menggunakan sisir, rontokan rambut Nabi Muhammad serta kulit mayang kurma jantan yang diletakkan di bawah batu di dalam sumur Dzarwan. Sihir itu mampu membuat Nabi solah-olah melakukan sesuatu, padahal tidak.

Namun, perlu diketahui bahwa sihir yang menimpa Nabi Muhammad hanya berpengaruh pada jasad bagian luar beliau saja, itu berarti sihir tersebut tidak sampai menyerang hati, akal, dan keimanan beliau. Dalam riwayat lain, kemudian, Jibril mendatangi dan memerintahkan Nabi untuk mengutus seseorang mendatangi sumur itu dan mengambil buhul tersebut.

♥ Tips penangkal sihir Ala Rasulullah ♥
Setiap menjelang tidur, Rasulullah selalu mengumpulkan kedua telapak tangannya. Beliau kemudian meniupnya lalu membaca tiga surah Alquran. Al Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Tiga surah ini disebut dengan al-muawwidzat (surah-surah perlindungan). (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam riwayat lain, yakni Shahih Bukhari dan Muslim, diceritakan penyebab turunnya surat An-Naas. Seorang laki-laki Yahudi membuatkan sesuatu terhadap Nabi Muhammad SAW sehingga beliau sakit parah. Ketika para sahabat menjenguk, mereka meyakini Nabi Muhammad SAW telah terkena sihir. Malaikat Jibril kemudian turun membawa al-mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas) untuk dibaca sebagai penyembuh sekaligus penangkal.

Berdasarkan hal itu, bisa kita lihat, bahwa salah satu penangkal sihir Ala Rasul ada yang mengatakan Al-Muawwidzat (beserta Al-Ikhlas), ada yg mengatakan al-mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas).

Wallahu A’lam.


Source  : The Great Episodes of Muhammad SAW (2017) By Said Ramadhan Al-Buthy, Muhammad Abduh Tuasikal.

Penulis : Anggi NP.

Editor   : Admin Ve

Yuk stay tune untuk informasi menarik lainnya ..
———————————————
⬇️ Kepoin + Support Kami di sini ⬇️
IG : @hmppaiftk_uinsa
FB : hmppaiftkuinsa
Web : hmppaiftkuinsa.or.id
Yt : HMP PAI UINSA OFFICIAL
———————————————

🌸 Salam PAI 🌸
Intelektualis. Agamis. Humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *