SEKILAS INFO

NABI MUHAMMAD SAW Dari Lahir Hingga Wafatnya

Kalo mau ngebahas all about Rasulullah, rasanya hmm, deg-deg an aja bawaannya. Kenapa kok gitu min ? Gimana engga, di ujung usianya beliau, yang beliau khawatirin, yang beliau pikirin, tau ga tuh, sapa? Bukan diri beliau sendiri, bukan istrinya, bukan anaknya, tapi “ummatii..ummatii..ummatii..”, bayangin, kita ummatnya disebut tiga kali. Ya, semoga aja kita nanti beliau akuin jadi ummat dan dapet syafaat. Aamiin so hard. Aamiin-in aja dulu walopun kita masi gini-gini ajah, eh canda gini wkwk. Yaudah nih, buat kalian yang belum seberapa jauh kenal sama manusia mulia utusan Allah satu ini, yuk baca sejarah kehidupan beliau. Kalo makin tau latar belakangnya biasanya makin sayang, hmm, Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad ♥ !!


Rasullullah SAW dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim di Mekkah, pada Senin pagi, 9 atau 12 Rabi’ul Awwal, permulaan tahun dari Peristiwa Gajah, atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 april tahun 571 M, berdasarkan penelitian ulama besar Muhammad Sulaiman Al-Manshurfuri dan penelitian astronomi Mahmud Basya.

Nama Muhammad diberikan oleh kakeknya Abdul Muththalib (nama yang belum dikenal bangsa Arab) sebagai bentuk syukur kepada-Nya. Wanita pertama yang menyusui Nabi Muhammad setelah ibundanya adalah Tsuwaibah (hamba sahaya Abu Lahab). Setelah itu Abdul Muththalib meminta kepada seorang wanita dari Bani Sa’ad bin Bakar, yaitu Halimah binti Abu Dzu’aib, istri dari Al-Harist bin Abdul Uzza yang berjulukan Abu Kabsyah, untuk menyusui cucunya.

Selama dalam asuhan Halimah, seiring itu pula banyak keberkahan yang menghampiri kehidupan Halimah. Mulai dari tanah yang berubah jadi subur, domba-dombanya yang kurus jadi gemuk dengan air susunya yang selalu penuh. Hal ini berlangsung selama kurang lebih lima tahun. Karena khawatir akan keselamatannya, akhirnya oleh Halimah, Rasulullah dikembalikan lagi kepada ibundanya, tepatnya setelah peristiwa pembelahan dada Nabi. Beliau hidup bersama ibundanya hingga umur enam tahun saja, karena ibundanya, Aminah binti Wahb meninggal dunia di Abwa’ saat perjalanan pulang ke Makkah dari Yastrib Madinah, untuk mengunjungi makam Abdullah. Kemudian Nabi dalam asuhan kakenya. Pada usia 8 tahun lebih 2 bulan 10 hari dari umur Rasulullah, kakeknya meninggal dunia. Akhirnya Rasulullah dititipkan pada pamannya, Abu Thalib untuk diasuh. Pamannya memperlakukan dan menjaga beliau dengan sangat baik melebihi anaknya sendiri.

Rasulullah tumbuh (yang oleh Allah) menjadi sosok yang memiliki kesempurnaan fisik dan jiwa serta kemuliaan akhlak, yang membuat hati manusia merasa dekat dengan beliau, membuat hati mereka mencintai beliau dan kelak menempatkan beliau sebagai pemimpin yang menjadi tumpuan harapan hati. Para musuhnya pun banyak yang tunduk di hadapan beliau. Hal ini tentu tidak dikaruniakan kepada manusia lain.

Di masa remaja, beliau biasa menggembalakan kambing. Ketika menginjak usia dua puluh lima tahun, beliau mulai pergi berdagang ke Syam dengan modal dari Khadijah, seorang wanita paling terpandang, cantik, dan kaya. Dalam berdagang, Nabi terkenal akan budi pekertinya, kejeniusan, kejujuran dan keamanahannya. Kabar itu pun sampai ke telinga Khadijah. Akhirnya dua bulan sepulang Rasulullah dari Syam, Khadijah (40 tahun) dan Rasulullah (25 tahun) menikah dengan mahar 20 ekor unta. Khadijah adalah wanita pertama yang dinikahi Rasululah. Selama dengan Khadijah, beliau tidak pernah menikah dengan wanita lain. Dan dari Khadijah inilah beliau mendapatkan keturunan.

Pada usia Rasulullah mendekati 40 tahun, beliau lebih senang mengasingkan diri. Beliau memilih Gua Hira’ di Jabal Nur. Pengasingan itu berlangsung selama 3 tahun. Begitulah Allah telah mengatur pengasingan ini bagi Rasulullah sebelum membebaninya dengan risalah. Tatkala usia genap 40 tahun, atau ketika memasuki tahun ketiga dari pengasingan di Gua Hira’ itu, tepatnya hari Senin malam, tanggal 21 bulan Ramadhan, bertepatan dengan tanggal 10 Agustus tahun 610 M, Allah memberikan kemuliaan kepada beliau, berupa pengangkatan sebagai Nabi dan menurunkan Jibril kepadanya dengan membawa beberapa ayat Al-Qur’an. Wahyu pertama turun yaitu surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Kemudian wahyu turun secara berangsur-angsur.

Pada masa awal-awal, Rasulullah menawarkan Islam kepada orang-orang yang dekat hubungannya dengan beliau, baik anggota keluarga maupun sahabat karib beliau, dengan cara sembunyi-sembunyi. Mereka masuk Islam pada hari pertama dimulainya dakwah. Mereka dikenal dengan sebutan As-Shabiqunal Al-Awwalun (yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam). Dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Hingga turun perintah untuk melakukannya secara terang-terangan. Kemudian dakwah dan seruan beliau semakin bergema di seluruh wilayah Mekkah.

Melihat hal ini, orang-orang kafir Quraisy yang awalnya tidak ambil peduli, mulai merasa terusik dan bahkan terancam. Mereka akhirnya berusaha keras untuk menghentikan dakwah Rasulullah. Mulai dari hinaan, penertawaan, menjelek-jelekkan ajaran beliau, menandingi Al-Qur’an dengan dongeng orang-orang terdahulu, dan berbagai macam tekanan lainnya, hingga percobaan pembunuhan terhadap diri Rasulullah. Tindakan berani ini, membuat keluarga Nabi (baik kafir maupun muslim), melakukan kesepakatan bersama untuk melindungi Rasulullah.

Namun kesepakatan itu memicu tindakan yang lebih kejam lagi dari orang musyrik. Pada tahun ketujuh dari kenabian, tepatnya di bulan Muharram, orang-orang musyrik sepakat untuk melakukan pemboikotan terhadap keluarga Nabi. Hal ini dimaksudkan agar Nabi diserahkan kepada mereka untuk dibunuh. Semua kalangan dari Bani Hasyim dan Bani Muththalib, baik yang kafir atau yang sudah beriman, masuk dalam pemboikotan. Peristiwa itu berlangsung selama tiga tahun penuh. Kemudian pada bulan Muharram tahun kesepuluh kenabian, terjadi pembatalan terhadap perjanjian itu karena tidak semua orang menyetujui perjanjian itu. Akhirnya pemboikotan dihentikan. Meskipun begitu, kaum Quraisy masih tetap melakukan intimidasi terhadap kaum Muslimin.

Tahun kesepuluh dari kenabian, merupakan tahun kesedihan (‘Amul Huzn) bagi Rasulullah, karena di tahun ini, tepatnya enam bulan setelah pemboikotan, di bulan Rajab, pamannya Abu Thalib menemui ajalnya. Kemudian setelah dua atau tiga bulan dari wafatnya Abu Thalib, Ummul Mukminin Khadijah Al-Kubra, pun wafat. Tepatnya pada bulan Ramadhan tahun 10 kenabian di usia 65 tahun, sedangkan Rasulullah ketika itu berusia 50 tahun. Setelah kematian pamannya itu, rupanya kaum kafir Quraisy semakin berani terhadap beliau, mereka dengan terang terangan menyiksa dan menyakiti Rasulullah. Namun hal itu tidak menghentikan beliau untuk tetap melanjutkan dakwahnya. Beliau mulai berdakwah di luar kota Mekkah dan menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah maupun perseorangan.

Di tengah periode dakwah beliau, terjadilah peristiwa isra’ dan mi’raj. Mengenai kapan waktu terjadinya terdapat banyak perbedaan pendapat. Menurut riwayat yang shahih, bahwa Rasulullah diisra’kan dari Al-Masjid Al-Haram menuju Baitul Maqdis dengan mengendarai Al-Buraq, ditemani oleh Malaikat Jibril. Beliau kemudian naik sampai langit ketujuh hingga ke Sidratul Muntaha, lalu naik lagi ke Al-Bait Al-Ma’mur, dan menuju Allah Yang Maha Perkasa. Kemudian kembali dengan mendapat kewajiban sholat lima waktu.

Pada tahun 12 dari kenabian, terjadi baiat ‘aqabah pertama. Pada musim haji, 12 orang dari Yatsrib datang untuk menyatakan masuk Islam dan mereka melakukan baiat. Setelah peristiwa itu, Islam semakin menyebar di kota Yatsrib Madinah. Hingga pada musim haji berikutnya, yakni tahun 13 dari kenabian, hampir 70 orang muslim Madinah datang ke Mekkah untuk melaksanakan haji. Pada masa itu terjadi baiat ‘aqabah kedua. Baiat ini dilakukan Nabi terhadap 73 orang pria dan 2 orang wanita secara sembunyi-sembunyi. Setelah baiat ‘aqabah kedua itu, Rasulullah mulai mengizinkan kaum Muslimin untuk berhijrah.

Mengetahui bahwa kaum Muslimin mulai hijrah, kaum Quraisy mengadakan sidang parlemen di Darun Nadwah, tepatnya pada hari Kamis, 26 Shafar tahun 14 kenabian, atau September 566 M untuk merencanakan pembunuhan atas Rasulullah. Ketika keputusan keji itu diambil, Malaikat Jibril turun untuk mengabarkan persekongkolan itu dan izin Allah kepada beliau untuk hijrah ke Madinah. Hari itu juga, di siang hari yang panas, beliau mendatangi rumah Abu Bakar untuk meminta menemaninya berhijrah.

Sesuai rencana di Darun Nadwah, malam harinya para pemuda yang ingin membunuh Rasulullah mulai mengepung rumah beliau. Namun kuasa Allah, Nabi berhasil keluar rumah melewati barisan pemuda itu menuju rumah Abu Bakar, meninggalkan Ali yang atas perintah beliau tidur di tempat tidur beliau. Nabi meninggalkan rumahnya pada malam tanggal 27 Shafar tahun 14 kenabian, atau tanggal 12 atau 13 September 622 M. Rasulullah dan sahabatnya itu lalu pergi menuju Madinah, namun melewati jalur yang berlawanan, hingga tiba di bukit Tsur, tepatnya di Gua Tsur. Keduanya pun tinggal di gua tersebut untuk bersembunyi.

Kaum Quraisy mulai menyadari bahwa rencananya gagal dan Rasulullah sudah pergi. Mereka pun mengutus para pasukan berkuda dan pelacak untuk mencarinya. Namun usahanya sia-sia (karena Allah tidak menghendakinya). Setelah tiga hari tanpa hasil dan mereka mulai putus asa, tiba waktunya Rasulullah keluar dan melanjutkan perjalanan ke Madinah. Pada hari Senin, 8 Rabiul Awwal tahun 14 kenabian, yaitu tahun pertama dari hijrah, Rasulullah singgah selama empat hari di Quba. Selama itu beliau membangun masjid untuk pertama kalinya di atas fondasi ketakwaan setelah kenabian. Di hari Jum’atnya beliau melanjutkan perjalanan, dan tepat setelah sholat Jum’at, Nabi tiba di kota Madinah. Sejak saat itu Yatsrib dinamakan dengan Madinatur Rasul (kota Rasulullah). Mereka yang berada di Madinah menyambut beliau dengan penuh suka cita dan Madinah pun dipenuhi oleh gemuruh pekikan tahmid (pujian) dan taqdis (penyucian).

Kota Madinah ini merupakan batu loncatan bagi dakwah Rasulullah untuk mendirikan sebuah masyarakat baru di negeri yang aman. Diantara usaha Rasulullah dalam membangun masyarakat baru, yakni: dengan membangun masjid, mempersaudarakan kaum Muslimin dan kaum Anshar, dan lain sebagainya. Tentu saja usaha dan perjuangan Nabi di Madinah tidak sesederhana dan semudah itu. Kaum kafir Quraisy yang semakin geram terhadap kaum Muslimin, terlebih karena telah mendapatkan tempat yang aman di Madinah, tidak akan tinggal diam. Berbagai cara mereka lakukan untuk menghancurkan kaum Muslimin. Dan hal ini pun berujung pada pecahnya perlawanan berdarah.

Di saat kondisi yang mendesak, dan izin untuk berperang telah turun, maka tidak ada pilihan lain, selain melakukan peperangan untuk melawan para musuh Allah. Perang besar pertama yang pecah adalah perang Badar (Ramadhan 2 H). Setelah peperangan ini, kaum Muslimin juga harus melalui banyak peperangan lainnya. Puncaknya yaitu penaklukan kota Mekkah. Ibnu Qayyim berkata, “Ini merupakan penaklukan terbesar yang dengannya Allah memuliakan agama, Rasul, para prajurit dan pasukan-Nya yang dapat dipercaya, serta dengan penaklukan ini pula Dia menyelamatkan negeri dan rumah-Nya, yang telah dijadikan sebagai petunjuk bagi semesta alam, menyelamatkannya dari cengkeraman tangan orang-orang kafir dan musyrik. Ini merupakan penaklukan dan sekaligus kemenangan yang telah dikabarkan penduduk langit, yang kemudian semua manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong, sehingga wajah bumi berseri-seri memancarkan cahaya dan keceriaan.”

Tugas-tugas berdakwah, menyampaikan risalah, membangun masyarakat baru atas dasar pengukuhan terhadap uluhiyah Allah dan pengenyahan uluhiyah dari selain-Nya itu, telah sempurna. Hal ini mengisyaratkan bahwa keberadaan Rasulullah di dunia sudah mendekati babak akhir. Bermula pada hari Senin, 29 Shafar 11 H, ketika perjalanan pulang dari Baqi’, beliau menderita sakit. Semakin hari sakit beliau semakin parah dan tak kunjung reda. Hal ini berlangsung selama tiga belas atau empat hari. Hingga pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal 11 H, pada saat pagi sudah terasa panas, beliau telah berpulang kepada Kekasih Yang Maha Tinggi, dalam pangkuan istrinya Aisyah. Rasulullah wafat di usia 63 tahun lebih empat hari. Beliau dimakamkan di tempat beliau meninggal, yakni di bilik Aisyah pada hari Selasa.

Di masa hidupnya, Rasulullah memiliki sebelas orang istri, dua diantaranya meninggal dunia saat beliau masih hidup, dan meninggalkan sembilan lainnya menjadi janda ketika beliau meninggal dunia. Di luar dari jumlah tersebut, terdapat pula beberapa wanita lainnya yang juga dinikahi beliau. Rasulullah memiliki tujuh orang anak. Enam anak lahir dari Khadijah, yakni : Qasim (wafat saat usia 2 tahun), Abdullah (wafat saat masih kecil), Zaenab, Ruqayah, Ummi Kultsum dan Fatimah. Dan satu anak dari Mariyah al-Qibthiyah, yaitu Ibrahim (wafat saat usia 17 bulan).

Nah, jadi gimana? menarik bukan, kisah hidup Nabiyullah Muhammad? uda kerasa makin deket belum sama Rasulullah? uda bangga belum jadi ummat Rasulullah ? Dalam satu riwayat saja sampai disebutkan bahwa nabi Musa as. ingin menjadi ummat Rasulullah karena keutamaan dan kemuliaan-kemuliaannya. Admin merasa, hendaknya kita yg emang ummat Nabi Muhammad “asli”, bangga akan hal itu, tapi bukan berarti kita sombong ya, bangga disini bisa diimplementasikan dengan suka membaca kisah-kisah Rasulullah dalam kehidupan beliau dengan tujuan meneladani sifat-sifat terpuji rasul, terus, em, bersholawat atas Rasulullah, dan lain hal sebagainya. Sekian dulu mengenai Rasulullah, mengulang apa yang tadi sudah admin harapkan, semoga kita nanti diakui dan diberi syafaat oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Aamiin ya mujiibas-saailiin. See u on another post Readers ♥ !.

Shollu ‘alan Nabii Muhammad !!

Shollu ‘alaih.


Source  : Kitab Sirah Nabawiyah Ar-Rahiq Al-Makhtum, Karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri. Penerbit Ummul Qura.

Penulis : Lailatul Lutfiyah, (Gresik).

Editor   : Admin Ve


Yuk stay tune untuk informasi menarik lainnya ..
———————————————
⬇️ Kepoin + Support Kami di sini ⬇️
IG : @hmppaiftk_uinsa
FB : hmppaiftkuinsa
Web : hmppaiftkuinsa.or.id
Yt : HMP PAI UINSA OFFICIAL
———————————————

🌸 Salam PAI 🌸
Intelektualis. Agamis. Humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *