Tau Gak Sih ??

Cucunya lahir, namun Rasulullah malah terisak!

Siapa sih yang gak kenal dengan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein? Pastinya tau dong ya. Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein merupakan putra dari pasangan yang sering bikin kita baper waktu baca kisah-kisah mereka, yaps, bener sekali ! Pasangan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Muhammad. Sayyidina Hasan merupakan cucu keempat yang lahir pada tahun 625 M (3 H). Setahun setelahnya, lahirlah Sayyidina Husein pada tahun 626 M (4 H) sebagai cucu kelima Rasulullah. Sayyidina Hasan dan Husein ini, keduanya sering dikatakan duplikat Rasulullah loh. Nah, kenapa tuh ? Salah satu alasannya, yaitu karena sang ayah, Ali bin abi thalib sendiri mengakui, bahwa “Hasan menyerupai Rasulullah dari dada hingga kepala, sementara Husain di bagian lainnya, yaitu dari dada ke bawah.” Menarik bukan? fakta bahwa cucu Rasulullah lebih mirip dengan kakeknya daripada ayahnya. Hal ini dikuatkan lagi dengan Imam Bukhari dalam salah satu hadistnya yang menyatakan bahwa Abu bakar pernah berkata pada sayyidina Hasan seperti ini, “Aku tebus dengan ayahku, engkau serupa dengan Rasulullah, tidak serupa dengan Ali.” Sementara, Ali tertawa mendengar hal itu. 

Ibarat dua sisi mata uang, kelahiran dua pemimpin pemuda surga tersebut membawa kabar suka sekaligus duka bagi Rasulullah hingga isakan tangis keluar dari dalam diri Rasulullah. Suka cita karena cucu beliau lahir dengan selamat, duka cita karena Rasulullah tahu bahwa satunya gugur karena diracun dan satunya lagi gugur secara tragis di medan perang.

Pada saat Husain lahir, Rasulullah terisak. Ummu salamah pun bertanya. “Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis? Bukankah ini hari kelahiran, hari semua orang bergembira?”. Dalam isak tangisnya Rasul menjawab: “Jibril baru saja memberitahuku bahwa putraku ini akan dibunuh oleh kelompok dhalim. Wahai Asma, jangan beritahu Fathimah tentang ini karena ia baru saja melahirkan”.


Dikisahkan pula pada hikayat Hasan dan Husain, bahwa pada suatu ketika, kedua cucu laki-laki Nabi Muhammad Saw ini disuruh memilih baju. Hasan memilih baju berwarna hijau, sedangkan Husen memilih baju berwarna merah. Malaikat Jibril yang melihat hal tersebut segera memberitahu Rasulullah bahwa kelak Hasan akan syahid karena diracun, dan Husein akan syahid karena dibunuh oleh Yazid bin Mu’awiyah di karbala. Ternyata semua yang dikatakan Jibril itu haq dan benar adanya. Kematian Hasan berada ditangan istrinya, Ja’dah binti Asy’ats yang meracuninya dan kematian husein bertepatan pada tanggal 10 Muharram 61 H pada saat perang Karbala terjadi.

Diperkuat dengan hadis riwayat Anas bin Al Harits, bahwasanya Rasulullah bersabda: “Anakku ini akan dibunuh di salah satu tempat di tanah Irak. Maka siapa yang mendapatinya diantara kami, hendaklah ia menolongnya. Lalu, banyak orang dibunuh, bersama Husain.”  

Qadarullah atas apa yang telah terjadi hingga sedemikian rupa.

Wallahu a’lam.


Source  : Nashih Nasrullah (Republika. Co. Id) dan Hikayat Hasan Husein (Koleksi Perpusnas / 404630)

Penulis : Anggi NP.

Editor   : Admin Ve

Yuk stay tune untuk informasi menarik lainnya ..
———————————————
⬇️ Kepoin + Support Kami di sini ⬇️
IG : @hmppaiftk_uinsa
FB : hmppaiftkuinsa
Web : hmppaiftkuinsa.or.id
Yt : HMP PAI UINSA OFFICIAL
———————————————

🌸 Salam PAI 🌸
Intelektualis. Agamis. Humanis.

7 Komentar

    • Web Developer

      Terimakasih semangatnya :3

      Terimakasih pula sudah berkunjung, Stay tune untuk informasi menarik lainnya ya kak ..
      ———————————————
      ⬇️ Kepoin + Support Kami di sini ⬇️
      IG : @hmppaiftk_uinsa
      FB : hmppaiftkuinsa
      Web : hmppaiftkuinsa.or.id
      Yt : HMP PAI UINSA OFFICIAL
      ———————————————

  • Rahasiaaaa lah, wkkw

    Kenapaaa Hasan diracun samaaa istrinya sendirii kak? Hasan salah apaa? Istrinya iri kah? Atau cemburu? Atau insekyurr? Atau istrinya posesif? Itu diracunnya kek gimana kak? Di taruh di makanan or minuman? Terus apaa keracunannya kayak di film2 azab kak?

    Terus terus, kenapaa bisa terjadi perang karbala kak?

    • Web Developer

      Wah Mantaf ini pertanyaannya. Terimakasi Ehe.
      Jadi gini, saya coba jawab satu satu ya kak wkwk.
      Pertama, saya mau mengingatkan nih, perihal historis ato sejarah gini, pastinya banyak riwayat dan banyak versinya, karena seperti yang kita tahu, kebanyakan sejarah itu meluas secara mouth to mouth. Lisan ke lisan. Jadi semisal ada perbedaan versi, mohon dimaklumi.
      Dari banyak riwayat, Al-Hamid Al-Husaini menerangkan sebagian besar para penulis sejarah meyakini kuat kebenaran satu kisah bahwa cucu keempat Rasulullah, Sayyidina Hasan diracun oleh istrinya sendiri, Ja’dah Binti Asy’ats Bin Qais Al Kindi. Banyak yang meriwayatkan pula bahwa hal ini merupakan gagasan sekaligus siasat Muawiyah demi mengaburkan jejak Hasan untuk stabilitas kekuasaanya. Pembunuhan terencana yang dilakukan istrinya ini terjadi karena Muawiyah menjanjikan 100.000 dinar pada Ja’dah dan akan dinikahkan dengan putranya, Yazid, yang akan menjadi khalifah berikutnya. Hal itu dilakukan Mu’awiyah karena khawatir dan takut kalau nanti Mu’awiyah meninggal, tahta kekhalifahan akan kembali pada sayyidina Hasan (yang notabene masih ada nasab dengan Rasulullah), bukan menurun pada anaknya, Yazid. Padahal sebelumnya, Hasan telah memberikan takhta kekhalifahan kepada Muawiyah (‘Am Al-Jama’ah) dengan beberapa prasyarat bahwa sistem pemilihan khalifah setelah Muawiyah nantinya harus dikembalikan ke umat islam, dan Muawiyah melanggarnya. Itu sebabnya banyak yang mengira-ngira bahwa dibalik wafatnya Sayyidina Hasan ada sebuah unsur politik.

      Dr. Ali M Sallabi dalam dalam buku Al-Hasan ibn Ali His Life & Times (2014) menerangkan bahwa, sebagian kalangan justru menyebut Yazid yang menyuruh istri Hasan untuk meracuni suaminya. Imam Suyuthi juga menceritakan bahwa Sayyidina Hasan diracun istrinya sendiri yang disuruh oleh Yazid bin Mu’awiyah dengan janji akan dinikahi Yazid. Nadirsyah Hosen dalam bukunya “Islam Yes, Khilafah No!” Jilid 1 (2018) juga menagaskan hal yang sama, bahwa Hasan diracun oleh istrinya sendiri dengan iming-iming akan dinikahi yazid, namun ia hanya ditipu dan dimanfaatkan saja.

      Dalam buku Dr. Ali juga mengutip bahwa Ibnu Arabi (tokoh pengembang ajaran tasawuf) justru menolak pendapat jika Hasan diracun atas perintah Muawiyah atau Yazid. “Tidak ada yang tahu kecuali Allah”, jelas Ibnu Arabi.

      Sumber lain menyebutkan, yang meracun adalah istri Hasan lainnya, yaitu anak Suhayl ibn Amr. Bahkan, ada yang menyatakan bahwa pembunuhan melalui racun itu dilakukan pembantu Hasan.

      Perihal diracunnya gimana, ada satu riwayat bahwa Ja’da membubuhkan racun yang dicampur dengan madu pada makanan Hasan.

      Kalo ditanya apakah keracunannya kaya film azab nih gimana ya, wkwk. Kayanya suasananya lebih mencekam yang ini kak daripada film azab wkwk. Soalnya pada waktu itu soundtrack “kumenangis ..” belum ada. Eh kok jadi kumenangis wkwk.

      Kalau dalam buku “Islam Yes, Khilafah No!” Jilid 1 (2018) milik Nadirsyah Hosen, awal mula perang karbala yakni karena Sayyidina Husein bin Ali, Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Umar menolak untuk mengangkat bai’at kepada Yazid bin Mu’awiyah. Menurut Imam Al-Thabari, ketiganya kecil kemungkinan untuk memilih Yazid sebagai khalifah selanjutnya yang menyebabkan Yazid mengejar pernyataan baiat mereka meski dengan paksaan.

      Begitu kak, menurut banyak literatur ada. Semoga memahamkan yakk Ehe.
      Terimakasih sudah berkunjung, Stay tune untuk informasi menarik lainnya kak ..
      ———————————————
      ⬇️ Kepoin + Support Kami di sini ⬇️
      IG : @hmppaiftk_uinsa
      FB : hmppaiftkuinsa
      Web : hmppaiftkuinsa.or.id
      Yt : HMP PAI UINSA OFFICIAL
      ———————————————

      • biasalah

        waahh terimakasihhh kak, sangat mantaff dan bermanfaat sekaliii web hmpnya, sangat membantuu.

        mau tanyak kak, itu disebut istri yang matre’ kan kak? apa si istri sayyid hasan yang bernama ja’dah juga tergolong perselingkuhan kalo seperti itu?

  • Ada lah pokoknya ehehe

    Wah, menarik sekali min. Sebagian inti dari kisah itu sepertinya senada dengan sebuah riwayat yang menyebutkan pada masa kanak-kanak, Imam hasan dan husain disambut kedatangannya oleh Rasulullah di rumah beliau dengan mencium mulut Imam Hasan dan mencium leher Imam Husain. Bukan begitu, min? Eheheh

    • Web Developer

      Nah, saya juga pernah baca itu di Ensiklopedia, tapi agak sedikit lupa-lupa ingat. Anggota badan yang dicium Rasulullah itulah yang nantinya bakal jadi alasan mereka syahid. Sayyidina Hasan dicium mulutnya oleh Rasul, “mulut” berarti alasan meninggalnya Sayyidina Hasan berkaitan dengan mulut, dan benar saja, beliau wafat karena diracun. Sedangkan Sayyidina Husein dicium lehernya oleh Rasul, “leher” berarti alasan meninggalnya Sayyidina Husein berkaitan dengan leher, dan benar saja, Ibn Katsir dalam kitab al-Bidayah wan Nihayah mengatakan bahwasanya “Yang membunuh Husein dengan tombak adalah Sinan bin Anas bin Amr Nakhai, dan kemudian dia menggorok leher Husein dan menyerahkan kepala Husein kepada Khawali bin Yazid.”

      Wallahu a’lam bis shawab :’)
      Terimakasih sudah berkunjung, Stay tune untuk informasi menarik lainnya kak ..
      ———————————————
      ⬇️ Kepoin + Support Kami di sini ⬇️
      IG : @hmppaiftk_uinsa
      FB : hmppaiftkuinsa
      Web : hmppaiftkuinsa.or.id
      Yt : HMP PAI UINSA OFFICIAL
      ———————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *