GALERI PENA

G30SPKI “Pemberontakan Terbesar di Dunia”

Oleh : M. Salman A

            Gerakan 30 September yang dilakukan oleh PKI merupakan salah satu tragedi terbesar sepanjang sejarah yang akan selalu diingat oleh seluruh bangsa di dunia ini, terlebih di Indonesia sendiri. Bagaimana tidak? Dalam satu malam gerakan ini menumbangkan 6 Jendral TNI dan satu Perwira Tinggi, bahkan dalam perang besar pun amat jarang terjadi tewasnya jendral dalam waktu bersamaan. Adapun keenam perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi korban G30S PKI adalah: Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo. Satu-satunya jendral yang selamat dari operasi pembunuhan ini adalah Jendral Abdul Haris Nasution, beliau tidak berhasil dibunuh karena pada malam itu beliau tidak ada di rumahnya sehingga PKI pada malam itu salah sasaran dengan membunuh Kapten Pierre Tendean. Para korban gerakan ini kemudian dianugerahi gelar Anumerta (pahlawan) oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasca tragedi PKI, pada tangggal 2 Oktober  Jenderal Suharto mengambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan gagalnya kudeta PKI. banyak yang terbunuh pada saat itu. TNI menyatakan bahwa gerakan 30 September adalah ulah PKI, sedangkan PKI sendiri berdalih bahwa pembunuhan jenderal-jenderal itu adalah karena pecahnya internal militer sendiri. Suharto pun memerintahkan penumpasan terhadap PKI setelahnya, dengan majunya Suharto sebagai presiden yang baru dengan era Orde Lama nya, gerakan-gerakan anti-PKI di-massive-kan agar tidak terulang peristiwa yang sama. Sebelumnya PKI telah tiga kali memberontak terhadap pemerintah di Tahun 1927, 1948 dan yang terbesar pada 1965.

 

            Pemberontakan PKI merupakan pelajaran bagi rakyat Indonesia untuk tidak mementingkan golongan sendiri lebih penting daripada suatu negara, sebagai suatu bangsa sudah menjadi hal yang wajib untuk memiliki jiwa loyalitas dan nasionalisme yang tinggi untuk negeri tercinta ini. Selain itu, peristiwa ini juga menjadi alasan ditetapkannya 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Mari perkuat negeri dengan kesadaran berbangsa dan bernegara berbeda-beda tetapi tetap satu, Bhinneka Tunggal Ika.

 

———————————————————————

✨Salam PAI✨



-Intelektualis.Agamis.Humanis-

———————————————————————

⬇Info menarik lainnya klik dibawah ini⬇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *