GALERI PENA

Kartini dan Kesetaraan Gender

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Halo Sobat PAI…. 

R.A. Kartini merupakan salah satu Pahlawan Nasional. Setiap tahunnya, pada tanggal 21 April selalu diperingati Hari Kartini. Hal tersebut sebagai bentuk penghormatan pada beliau yang telah memperjuangkan kesetaraan hak perempuan dan laki-laki di masa lampau. Oleh karena itu beliau dikenal sebagai pelopor emansipasi wanita kala itu. 

Sebagai seorang pelopor beliau mendedikasikan intelektual, gagasan, serta semangat juang yang tinggi untuk menerobos dinding ketidakadilan yang dihadapi terhadap wanita-wanita pribumi. Perjuangannya itu menjadi sumber inspirasi perjuangan bagi para perempuan masa kini yang mengidamkan sebuah kebebasan dan persamaan status sosialnya. 

Berbicara mengenai isu gender saat ini, Ibu Kartini pun memiliki kaitan yang sangat erat dengan hal tersebut. Karena sebenarnya isu gender ini tidak begitu saja tiba-tiba ada, namun sudah muncul sejak zaman colonial. Gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan. Konsep gender dalam KMK 807 Tahun 2018 menyatakan bahwa perbedaan tersebut berdasarkan konstruksi sosial budaya yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat yang lebih luas dan dapat berubah sesuai dengan berkembangnya zaman. Tahun 1908, keadilan dan kesetaraan gender ini dipelopori oleh Ibu Kartini. Perjuangan tersebut khususnya dalam bidang pendidikan dimulai sebagai wujud perlawanan atas ketidakadilan terhadap kaum perempuan di masa itu. Semangat juangnya ditindak lanjuti pada 22 Desember 1928 oelh Kongres Perempuan Indonesia dan kemudian ditetapkan sebagai Hari Ibu. Sehingga sampai sekarang laki-laki dan perempuan memiliki peranan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan, namun tidak terlepas dari konteks cara pandang yang harus tetap disesuaikan dengan kodrat perempuan. Oleh karena itu, kesetaraan gender tidak harus dimaknai sebagai hak dan kewajiban yang sama persis tanpa ada pertimbangan. Tidak juga diartikan segala sesuatu harus mutlak sama dengan laki-laki, hal yang demikian dapat dilakukan dengan cara melakukan perubahan keputusan dalam diri sendiri tanpa harus dibebani oleh konsep gender. 

Sampai saat ini perempuan masih sering dianggap sebagai pelengkap. Ketidakadilan ini sering dijumpai baik dalam keluarga maupun masyarakat. Bahkan menimbulkan pola diskriminatif juga dalam dunia pekerjaan. Contohnya: 

  1. Perempuan dianggap ramah, lembut, dan rapi maka lebih pantas bekerja sebagai guru TK ataupun sekretaris. Padahal sebenarnya laki-laki pun bisa menjadi guru TK maupun sekretaris.
  2. Menganggap bahwa salah satu jenis kelamin lebih rendah dan dinomorduakan posisinya. Misal dari stigma masyarakat yang sangat sering kita dengar yaitu perempuan hanyalah seorang yang bekerja dibelakang. Hanya mengurus pekerjaan rumah tangga sehingga dianggap sebagai orang rumah
  3. Mengalami segala bentuk kekerasan yang tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga nonfisik seperti pelecehan verbal, ancaman, paksaan yang amat banyak terjadi di berbagai tempat. 

Oleh karena itu, perlunya sosialisasi terus menerus bahwa perempuan juga memiliki hak untuk setara kedudukannya dengan laki-laki. Dan pentingg bagi seorang perempuan untuk mengetahui sejauh mana mereka disetarakan karena dalam hal tertentu perempuan tidak bisa menempati posisi selayaknya laki-laki dalam menjaga kehormatan perempuan itu sendiri. Selain itu hak yang sama harus diberikan kepada perempuan dengan tetap melindunginya. Hal itu akan menjadikan perempuan merasakan keadilan sudah secara utuh terpenuhi. 

Perlu dilakukan pula penyempurnaan perangkat hukum dalam melindungi setiap individu dan ketersediaan data serta peningkatan partisipasi masyarakat. Tujuannya agar semuanya berjalan dengan seimbang dan adil untuk kita semua. So, itulah kesetaraan gender, yang amat sangat diperjuangkan oleh Ibu Kartini.

habis gelap terbitlah terang

———————————————————————

✨Salam PAI✨



-Intelektualis.Agamis.Humanis-

———————————————————————

⬇Info menarik lainnya klik dibawah ini⬇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *